Tuhan… kubisikkan kerinduan
keinsafan… pengharapan…
Tuhan…kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan......
keinsafan… pengharapan…
Tuhan…kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan......
Bisikkanku untukMu
Munajatku mohon restu
Semoga cintaku bukan palsu
Pada desiran penuh syahdu
Gelombang lautan rinduku.......
Munajatku mohon restu
Semoga cintaku bukan palsu
Pada desiran penuh syahdu
Gelombang lautan rinduku.......
Munajatku dalam syahdu
Merindui maghfirahMu
MardhiaMu dalam restu
Harapan tulusnya hatiku.....
Merindui maghfirahMu
MardhiaMu dalam restu
Harapan tulusnya hatiku.....
Kurindukan pimpunanMu
KeagunganMu dalam doakuKebesaran pada kudratMu
Ia membina rohaniku..........
itulah sepenggal lirik yang berjudul Munajat yang di tembangkan oleh group nasyd asal negri Jiran Malaysia RABBANI yang meng-ilhami saya dalam sebuah do'a saya yang saya panjatkan di malam Nisfu Sya'ban sabtu malam lalu, yang dimana pada malam itu ( Nisfu Sya'ban ) adalah malam tempat berpindahnya kiblat untuk ibadah Sholat bagi ummat Muslim.
Namun lain dari pada itu, ada pula sebagian orang berpandapat bahwa malam tersebut adalah malam penutupan buku amalan dan perbuatan baik pahala ataupun dosa kita pada setiap tahunnya, yang akan menjadi sebuah kesaksian di akhirat kelak, maka banyak orang yang memanfaatkan malam tersebut untuk memohon ampunan kepada ALLOH S.W.T agar senan tiasa di ampuni dari segala dosa-dosa yang mereka perbuat .
malam nisfu saban sendiri kalau diartikan adalah sebuah moment atau waktu, tepatnya pada pertengahan Bulan Sya'ban. Jika kita menengok kebelakang, melihat sejarah panjang perjalanan agama kita, agama Rahmatan lil alamin, maka kita akan menemui bahwa pada malam nisfu syaban merupakan malam dimana saat itu dipindahkan kiblat orang muslim dari Baitul Maqdis Palestine ke arah Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi.
Lantas apa yang dilakukan untuk menyambut malam nisfu sya'ban ini?, untuk menyambut malam nisfu sya'ban adalah dengan berpuasa sunnat, tepatnya puasa malam pada penanggalan 15 sya'ban 1432 H, Tahun ini bertepatan dengan hari Sabtu Malam tanggal 16 Juli 2011, dan di malam harinya adalah seusai sholat lalu memohon ampunan kepada ALLOH S.W.T
Adapun Hukum dari malam nisfu sya'ban adalah seperti yang dikatakan Al-Qurthubi didalam menafsirkan
Firman Allah SWT
Artinya:
sekian pengalaman saya ini, semoga artikel ini bisa jadi penerang atau pertimbangan, tatakala dalam hati dan batin kita bertanya-tanya, apakah yang dimaksud malam nisfu sya'ban atau apakah itu puasa nisfu sya'ban.
Semoga artikel yang masih jauh dari kesempurnaan ini, bisa sedikit memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya Ummatnya Muhammad SAW, ummat Muslin yang slalu dirahmati oleh Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawwab.
Namun lain dari pada itu, ada pula sebagian orang berpandapat bahwa malam tersebut adalah malam penutupan buku amalan dan perbuatan baik pahala ataupun dosa kita pada setiap tahunnya, yang akan menjadi sebuah kesaksian di akhirat kelak, maka banyak orang yang memanfaatkan malam tersebut untuk memohon ampunan kepada ALLOH S.W.T agar senan tiasa di ampuni dari segala dosa-dosa yang mereka perbuat .
malam nisfu saban sendiri kalau diartikan adalah sebuah moment atau waktu, tepatnya pada pertengahan Bulan Sya'ban. Jika kita menengok kebelakang, melihat sejarah panjang perjalanan agama kita, agama Rahmatan lil alamin, maka kita akan menemui bahwa pada malam nisfu syaban merupakan malam dimana saat itu dipindahkan kiblat orang muslim dari Baitul Maqdis Palestine ke arah Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi.
Lantas apa yang dilakukan untuk menyambut malam nisfu sya'ban ini?, untuk menyambut malam nisfu sya'ban adalah dengan berpuasa sunnat, tepatnya puasa malam pada penanggalan 15 sya'ban 1432 H, Tahun ini bertepatan dengan hari Sabtu Malam tanggal 16 Juli 2011, dan di malam harinya adalah seusai sholat lalu memohon ampunan kepada ALLOH S.W.T
Adapun Hukum dari malam nisfu sya'ban adalah seperti yang dikatakan Al-Qurthubi didalam menafsirkan
Firman Allah SWT
Artinya:
“Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka Telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. (QS. Al Baqoroh : 142).Detail penjelasan Al-Qurthubi ini, bisa dilihat Disini.
sekian pengalaman saya ini, semoga artikel ini bisa jadi penerang atau pertimbangan, tatakala dalam hati dan batin kita bertanya-tanya, apakah yang dimaksud malam nisfu sya'ban atau apakah itu puasa nisfu sya'ban.
Semoga artikel yang masih jauh dari kesempurnaan ini, bisa sedikit memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya Ummatnya Muhammad SAW, ummat Muslin yang slalu dirahmati oleh Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawwab.





0 komentar:
Posting Komentar