Kamis, 03 September 2009

Menghidupkan rumah

Menghidupkan rumah

Rumah, sebagai salah satu kebutuhan sekunder manusia, memiliki peranan penting
dalam sejarah perkembangan kehidupan manusia. Selain berfungsi sebagai tempat
berlindung dari perubahan cahaya dan ancaman atau gangguan. Rumah juga
berfungsi sebagai tempat istirahat dan berkumpulnya keluarga.

Rumah merupakan tempat awal disusun berbagai rencana dan kiat untuk menjalani
kehidupan. Rumah merupakan tempat dimana dibicarakan dan diselesaikannya
beragam permasalahan. Rumah juga sebagai tempat pendidikan dan rekreasi bagi
keluarga. Sehingga, rumah yang baik akan tercermin dari perilaku penghuninya
yang baik, ramah, optimis dan siap menjalani kehidupan.



Rumah yang baik, menurut pandangan Islam, bukanlah rumah yang megah dengan
perlengkapan yang serba mewah. Bukan pula rumah yang sederhana dengan
perlengkapan yang seadanya. Rasulullah mengingatkan bahwa rumah yang dibangun
melebihi kebutuhan pemiliknya, maka pada hari kiamat nanti hanya akan menjadi
bencana baginya.

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang membangun suatu bangunan yang lebih
banyak dari apa yang ia perlukan, maka hal itu akan menjadi bencana baginya
pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dari Anas).

Rumah yang baik adalah rumah dimana para penghuninya selalu mengingat Allah dan
membaca serta mentadaburi al-Quran. Rasulullah bersabda : “ Terangilah rumah-
rumah kamu dengan shalat (sunah) dan membaca al-Quran.” (HR. Baihaqi dari Anas).
Dalam riwayat yang lain dijelaskan perbedaan rumah yang para penghuninya selalu
mengingat Allah dengan yang tidak ibarat orang yang hidup dengan yang mati.
Rasulullah bersabda : “Perumpamaan rumah orang yang mengingat Allah di dalamnya
dengan rumah orang yang tidak mengingat Allah di dalamnya seperti perbandingan
orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Syaikhan). Sehingga, dalam
riwayat lain dijelaskan Rasulullah melarang kita untuk menjadikan rumah seperti
kuburan.

Menghidupkan rumah dengan mengingat Allah dan membaca al-Quran akan membawa
kondisi terciptanya keluarga yang memiliki ketenangan dan ketenteraman. Para
penghuninya akan memiliki kelembutan dan ketajaman hati (QS 13 : 28).

Selain itu, rumah yang baik adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang
dimuliakan. Rasulullah bersabda : “Seburuk-buruk rumah orang muslim adalah
rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan buruk. Aku
(Nabi) dan orang-orang yang memelihara anak yatim sangat dekat.” (HR. Bukhari).
Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan ramadhan. Suatu bulan yang penuh
kemulyaan, keberkahan, rahmat dan ampunan. Oleh karena itu, mari kita siapkan
diri, jiwa dan keluarga kita menyongsong kedatangannya dengan menghidupkan
rumah dengan berbagai aktivitas seperti shalat malam, tadarus al-Quran, sedekah
dan menyantuni anak-anak yatim. Marhaban yaa Ramadhan.
Wallahu a’lam bishawab

0 komentar:

Posting Komentar