Jumat, 16 Desember 2011

Bahaya MSG

Apakah anda tahu apakah gambar di samping ini..???
Gambar berikut adalah MSG atau yang  biasa di sebut sebagai penyedap rasa bagi sebuah makanan, berapa banyakkah kadar MSG yang anda komsumsi pada sebuah makanan...??? tentunya anda pasti tidak tahu, karena makanan tanpa MSG rasanya tidak begitu nikmat.

MSG sendiri adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG dijual sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur atau yang biasa disebut mecin.

Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran. Glutamate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate per hari yang didapat dari sumber protein alami.

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

Pertanyaannya adalah bagaimana Jika MSG digunakan secara berlebihan...??? MSG sendiri mempunyai efek negatif terhadap tubuh, 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan pada lambung, gangguan tidur serta mual-mual. Bahkan ada sebagian orang yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya sampai disitu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.

Para ahli Kesehatan di mancanegara menunjukan, MSG sebagai penyedap makanan dapat merusak otak anak-anak. Efeknya terhadap sistem syaraf anak adalah mereka akan mengalami gangguan emosional dan lemah untuk belajar.

Dampak dari penggunaan MSG menurut hasil dari penelitian Federation of the American Society for Experimental Biologi( sebuah federasi yang biasa membidangi experimen ilmu biologi di amerika ) adalah rasa terbakar di bagian leher, mati rasa di bagian belakang leher, stress dan tegang pada kulit wajah, dada terasa sakit, sakit kepala, detak jantung yang cepat, rasa lemah/cepat lelah dan lain-lain.

Jika pun diperlukan pengganti MSG biasanya adalah yeast extract (ekstrak khamir), atau moromi (hasil fermentasi kedele) atau bubuk kecap. Untuk itu, demi kesehatan tubuh kita terutama anak-anak, hindari penggunaan MSG yang berlebihan dalam masakan dan makanan dan sebaiknya mengganti penyedap masakan anda dengan garam dan gula atau tidak memakainya sama sekali.

Meski pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang yang melarang produksi dan peredaran makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan, namun dalam kenyataannya beragam jenis makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya masih beredar di pasaran.

Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) yang mempersoalkan kandungan monosodium glutamat alias vetsin dalam makanan ringan yang biasa dikonsumsi anak-anak. Menurut lembaga swadaya masyarakat ini, banyak makanan ringan dalam kemasan tak mencantumkan kandungan MSG yang bisa mengancam kesehatan anak.

Lalu apakah kita akan membiarkan anak kita untuk terus menkonsumsi makanan yang banyak mengandung MSG, mulai dari hidup yang sehat dengan memberikan makanan sehat kepada anak-anak yang tidak kalah enak dan lezat serta menarik tanpa harus menggunakan MSG, kalo bukan kita sebagai orang tua siapa lagi...!!!

0 komentar:

Posting Komentar