KITA berpantang dan mengontrol kebiasaan makan saat terserang penyakit. Lebih parah lagi jika dokter hanya mengizinkan kita diperbolehkan makan dalam jumlah sedikit atau hanya makanan tertentu saja.Hakikatnya, tindakan mengontrol kebiasaan makan setelah jatuh sakit adalah tindakan salah. Kita harus mengontrol makanan sewaktu usia remaja, bukan saat memasuki fase umur 40-an.
Kebiasaan makan yang bisa diteladani adalah menurut sunah Rasulullah saw Jika dikaji, praktek makanan beliau sangat bertepatan dengan al-Quran berarti: "... makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan ..." (Surah al-A'raf, ayat 31).
Tips menjaga kesehatan cara Rasulullah yang juga memperhatikan sistem tubuh manusia. Sebagai mesin, ia membutuhkan bahan bakar yaitu makanan untuk memungkinkannya melaksanakan kerja, tetapi jumlah makanan yang masuk ke perut harus dikontrol.Sebenarnya, menjaga dan mengontrol perut dari makan terlalu banyak adalah metode pencegahan penyakit yang efektif. Sebab itu banyak ilmuwan medis dan tabib pada masa lampau sering bermadah 'lapar itu obat'.
Mengambil makanan dalam jumlah banyak adalah sebuah kebiasaan buruk karena memberatkan organ dan sistem pencernaan sehingga ia lemah dan tidak mampu mencerna secara teratur dan efektif.Makanan dalam jumlah yang banyak menyebabkan berbagai penyakit. Justru, metode pengobatan dan pencegahan penyakit yang terbaik seharusnya dimulai dari perut - pastikan jumlah dan jenis makanan yang masuk ke perut terkendali.
Nabi Muhammad berkata 'perut adalah tempat mulai berbagai penyakit'. Selain kuantitas makanan, tips kesehatan Nabi turut memperhitungkan volume makanan.
Beliau lebih mengutamakan makanan lembut, terutama jika baru sembuh atau dalam proses pemulihan. Dalam satu hadits dari Siti Aisyah ra, ia berkata: "Jika Rasulullah diberitahu si fulan sakit dan tidak ada nafsu makan, beliau bersabda: Berikanlah kepadanya 'talbiinah'! Kata beliau lagi, Demi Allah, ia mencuci perut seseorang seperti kamu membersihkan mukamu dari kotoran! "
Talbiinah adalah sejenis makanan masyarakat Arab menyerupai bubur atau susu. Ia lembut dan tidak membebani perut. Bagi kita di sini, mungkin oat dicampur susu sesuai sebagai makanan yang lembut dan tidak membebani perut serta fungsi pencernaan.
Makanan ini juga kaya serat dan banyak membantu proses pencernaan.Disiplin makan yang diamalkan Rasulullah biasanya menghindari makanan itu mendatangkan penyakit ke individu yang sehat, sedangkan untuk mereka yang mengalami masalah kesehatan, ia menghindari penyakit menjadi semakin serius.
Contoh peristiwa Nabi Muhammad saw mengajar pemilihan makanan ketika sakit adalah sebagaimana hadist riwayat Ibnu Maajah dari Ummul Mundzir Qois al Anshoriyah, katanya:
"Suatu hari Rasulullah berkunjung ke rumah kami bersama Ali ka yang ketika itu baru sembuh dari sakit. Kami memiliki buah daliah (sejenis buah di tanah suci), lalu Rasulullah mengambil dan memakannya dan Ali juga memakannya.
"Beliau berkata kepada Ali: Engkau baru saja sembuh dari sakit.
"Lalu Ali berhenti memakannya. Kemudian saya buatkan masakan dari gandum dan saya berikan kepada mereka berdua, maka Rasulullah saw bersabda: Ali, nah, ini lebih sesuai bagimu! "
Larangan Rasulullah kepada Ali yang baru sembuh dari sakit agar tidak memakan daliah sebagaimana dalam hadis di atas adalah metode pencegahan atau berpantang. Buah-buahan yang sifatnya mudah terurai mungkin mudarat bagi mereka yang baru sembuh.Ketika baru pulih dari sakit, perut belum cukup kuat karena ia sibuk bekerja mengikis sisa penyakit dari dalam perut dan badan.Sebaliknya, Rasulullah mendorong Ali mengambil masakan dari gandum karena air dari gandum itu dapat menguatkan tubuh.
Namun, beliau mengizinkan konsumsi makanan yang tidak sesuai, tetapi dalam jumlah sedikit sekadar menghilangkan keinginan.Hal menarik tentang metode makanan seimbang yang diajarkan Rasulullah adalah beliau tidak membatasi pada satu jenis makanan saja. Misalnya, beliau menyeimbangkan makanan bersifat panas dengan dingin.Dari segi komposisi makanan, beliau tidak pernah mengambil susu dan ikan atau susu dan telur atau daging dan susu atau antara makanan yang keduanya memiliki sifat panas atau sifat dingin serentak.Beliau juga tidak mengambil dua jenis makanan yang memiliki sifat cepat dituangkan dan lambat dituangkan, serentak.
Rasulullah tidak mengambil makanan yang masih dalam keadaan panas atau makanan yang disimpan semalaman, makanan awet atau diasinkan seperti acar karena semua itu membahayakan kesehatan.Kita juga harus menghindari mengkonsumsi makanan cepat dan minuman berkarbonat, walaupun sedap, tetapi membahayakan apalagi memiliki rasa tiruan dan sintetis.Rasulullah gemar makanan yang mengandung unsur manis alami dan madu malah beliau suka mengambil buah sebagai makanan tambahan.
Tentang madu, Nabi memiliki disiplin konsumsi madu yang baik untuk dicontoh, yaitu mengambilnya pada waktu pagi sebelum sarapan.Madu dicampur dengan air dingin sebelum diminum. Ini bertujuan mencairkan lendir dan membersihkan sistem pencernaan.
Selain jenis dan kuantitas makanan, satu aspek lain perawatan kesehatan Rasulullah saw adalah cara beliau duduk ketika makan, yaitu dalam posisi 'mutawarikan', yaitu meletakkan pinggul pada kedua tumit dan menempatkan telapak kaki kiri di atas punggung kaki kanan.
Sikap tubuh penting dalam menentukan kebaikan ketika konsumsi makanan. Misalnya, beliau melarangmakan sambil bersandar sebagaimana sabdanya berarti: "Saya tidak makan sambil bersandar."Beliau juga melarang minum sambil berdiri, kecuali jika dalam keadaan terpaksa. Beliau memiliki disiplin khusus dari segi minuman.
Berdasarkan petunjuk Nabi saw, makruh minum setelah melakukan olahraga atau sebaik selesai melakukan sesuatu pekerjaan berat atau sehabis makan atau sebelum makan. Semua itu tidak baik untuk kesehatan. Sebaliknya, biarkan beberapa detik berlalu saat selesai aktivitas berat atau makan, kemudian minum.
Rasulullah saw memiliki tips unik ketika minum. Dalam satu hadits dari Anas bin Malik berarti: "Rasulullah minum dengan tiga kali nafas. Beliau berkata: Hal itu lebih melegakan dan lebih menyehatkan. "
Maksudnya bernafas tiga kali ketika minum adalah dengan menjauhkan wadah atau cawan dari mulut, lalu bernafas atau seolah-olah menghisap air yang sedang diminum. Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum ditemukan dalam hadist berarti:
"Jika seseorang di antara kalian minum maka janganlah bernafas di dalam gelas minuman, tetapi harus direnggangkannya dari bibir."
Dan, pasti yang paling penting dan mungkin dilupakan kita saat makan atau minum adalah membaca 'basmalah' (membaca Bismillah) dan mengucapkan 'hamdalah' (Alhamdulillah) bila selesai. Ia banyak keberkahan dari segi kesehatan.
Rahasia besar Rasulullah saw yang patut menjadi teladan adalah beliau tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya atau kurang enak. Ini termasuk dalam hadits berarti:
"Anas berkata: Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika berselera dimakannya, dan jika tidak maka ditinggalkannya. "
Justru, semua orang tidak wajar menunggu hari tua atau berusia lewat 40-an untuk memulai praktek makanan sehat. Memulai sekarang!
Kepentingan menjaga makanan dapat dipahami dari hadis Nabi saw yang diriwayatkan at-Turmudzi dari Abdullah al-Ashory, Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa dalam keadaan badan sehat, aman dalam penghidupan dan ia memiliki makanan sehari-hari yang cukup, maka seolah-olah dunia ini miliknya."
Kebiasaan makan yang bisa diteladani adalah menurut sunah Rasulullah saw Jika dikaji, praktek makanan beliau sangat bertepatan dengan al-Quran berarti: "... makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan ..." (Surah al-A'raf, ayat 31).
Tips menjaga kesehatan cara Rasulullah yang juga memperhatikan sistem tubuh manusia. Sebagai mesin, ia membutuhkan bahan bakar yaitu makanan untuk memungkinkannya melaksanakan kerja, tetapi jumlah makanan yang masuk ke perut harus dikontrol.Sebenarnya, menjaga dan mengontrol perut dari makan terlalu banyak adalah metode pencegahan penyakit yang efektif. Sebab itu banyak ilmuwan medis dan tabib pada masa lampau sering bermadah 'lapar itu obat'.
Mengambil makanan dalam jumlah banyak adalah sebuah kebiasaan buruk karena memberatkan organ dan sistem pencernaan sehingga ia lemah dan tidak mampu mencerna secara teratur dan efektif.Makanan dalam jumlah yang banyak menyebabkan berbagai penyakit. Justru, metode pengobatan dan pencegahan penyakit yang terbaik seharusnya dimulai dari perut - pastikan jumlah dan jenis makanan yang masuk ke perut terkendali.
Nabi Muhammad berkata 'perut adalah tempat mulai berbagai penyakit'. Selain kuantitas makanan, tips kesehatan Nabi turut memperhitungkan volume makanan.
Beliau lebih mengutamakan makanan lembut, terutama jika baru sembuh atau dalam proses pemulihan. Dalam satu hadits dari Siti Aisyah ra, ia berkata: "Jika Rasulullah diberitahu si fulan sakit dan tidak ada nafsu makan, beliau bersabda: Berikanlah kepadanya 'talbiinah'! Kata beliau lagi, Demi Allah, ia mencuci perut seseorang seperti kamu membersihkan mukamu dari kotoran! "
Talbiinah adalah sejenis makanan masyarakat Arab menyerupai bubur atau susu. Ia lembut dan tidak membebani perut. Bagi kita di sini, mungkin oat dicampur susu sesuai sebagai makanan yang lembut dan tidak membebani perut serta fungsi pencernaan.
Makanan ini juga kaya serat dan banyak membantu proses pencernaan.Disiplin makan yang diamalkan Rasulullah biasanya menghindari makanan itu mendatangkan penyakit ke individu yang sehat, sedangkan untuk mereka yang mengalami masalah kesehatan, ia menghindari penyakit menjadi semakin serius.
Contoh peristiwa Nabi Muhammad saw mengajar pemilihan makanan ketika sakit adalah sebagaimana hadist riwayat Ibnu Maajah dari Ummul Mundzir Qois al Anshoriyah, katanya:
"Suatu hari Rasulullah berkunjung ke rumah kami bersama Ali ka yang ketika itu baru sembuh dari sakit. Kami memiliki buah daliah (sejenis buah di tanah suci), lalu Rasulullah mengambil dan memakannya dan Ali juga memakannya.
"Beliau berkata kepada Ali: Engkau baru saja sembuh dari sakit.
"Lalu Ali berhenti memakannya. Kemudian saya buatkan masakan dari gandum dan saya berikan kepada mereka berdua, maka Rasulullah saw bersabda: Ali, nah, ini lebih sesuai bagimu! "
Larangan Rasulullah kepada Ali yang baru sembuh dari sakit agar tidak memakan daliah sebagaimana dalam hadis di atas adalah metode pencegahan atau berpantang. Buah-buahan yang sifatnya mudah terurai mungkin mudarat bagi mereka yang baru sembuh.Ketika baru pulih dari sakit, perut belum cukup kuat karena ia sibuk bekerja mengikis sisa penyakit dari dalam perut dan badan.Sebaliknya, Rasulullah mendorong Ali mengambil masakan dari gandum karena air dari gandum itu dapat menguatkan tubuh.
Namun, beliau mengizinkan konsumsi makanan yang tidak sesuai, tetapi dalam jumlah sedikit sekadar menghilangkan keinginan.Hal menarik tentang metode makanan seimbang yang diajarkan Rasulullah adalah beliau tidak membatasi pada satu jenis makanan saja. Misalnya, beliau menyeimbangkan makanan bersifat panas dengan dingin.Dari segi komposisi makanan, beliau tidak pernah mengambil susu dan ikan atau susu dan telur atau daging dan susu atau antara makanan yang keduanya memiliki sifat panas atau sifat dingin serentak.Beliau juga tidak mengambil dua jenis makanan yang memiliki sifat cepat dituangkan dan lambat dituangkan, serentak.
Rasulullah tidak mengambil makanan yang masih dalam keadaan panas atau makanan yang disimpan semalaman, makanan awet atau diasinkan seperti acar karena semua itu membahayakan kesehatan.Kita juga harus menghindari mengkonsumsi makanan cepat dan minuman berkarbonat, walaupun sedap, tetapi membahayakan apalagi memiliki rasa tiruan dan sintetis.Rasulullah gemar makanan yang mengandung unsur manis alami dan madu malah beliau suka mengambil buah sebagai makanan tambahan.
Tentang madu, Nabi memiliki disiplin konsumsi madu yang baik untuk dicontoh, yaitu mengambilnya pada waktu pagi sebelum sarapan.Madu dicampur dengan air dingin sebelum diminum. Ini bertujuan mencairkan lendir dan membersihkan sistem pencernaan.
Selain jenis dan kuantitas makanan, satu aspek lain perawatan kesehatan Rasulullah saw adalah cara beliau duduk ketika makan, yaitu dalam posisi 'mutawarikan', yaitu meletakkan pinggul pada kedua tumit dan menempatkan telapak kaki kiri di atas punggung kaki kanan.
Sikap tubuh penting dalam menentukan kebaikan ketika konsumsi makanan. Misalnya, beliau melarangmakan sambil bersandar sebagaimana sabdanya berarti: "Saya tidak makan sambil bersandar."Beliau juga melarang minum sambil berdiri, kecuali jika dalam keadaan terpaksa. Beliau memiliki disiplin khusus dari segi minuman.
Berdasarkan petunjuk Nabi saw, makruh minum setelah melakukan olahraga atau sebaik selesai melakukan sesuatu pekerjaan berat atau sehabis makan atau sebelum makan. Semua itu tidak baik untuk kesehatan. Sebaliknya, biarkan beberapa detik berlalu saat selesai aktivitas berat atau makan, kemudian minum.
Rasulullah saw memiliki tips unik ketika minum. Dalam satu hadits dari Anas bin Malik berarti: "Rasulullah minum dengan tiga kali nafas. Beliau berkata: Hal itu lebih melegakan dan lebih menyehatkan. "
Maksudnya bernafas tiga kali ketika minum adalah dengan menjauhkan wadah atau cawan dari mulut, lalu bernafas atau seolah-olah menghisap air yang sedang diminum. Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum ditemukan dalam hadist berarti:
"Jika seseorang di antara kalian minum maka janganlah bernafas di dalam gelas minuman, tetapi harus direnggangkannya dari bibir."
Dan, pasti yang paling penting dan mungkin dilupakan kita saat makan atau minum adalah membaca 'basmalah' (membaca Bismillah) dan mengucapkan 'hamdalah' (Alhamdulillah) bila selesai. Ia banyak keberkahan dari segi kesehatan.
Rahasia besar Rasulullah saw yang patut menjadi teladan adalah beliau tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya atau kurang enak. Ini termasuk dalam hadits berarti:
"Anas berkata: Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika berselera dimakannya, dan jika tidak maka ditinggalkannya. "
Justru, semua orang tidak wajar menunggu hari tua atau berusia lewat 40-an untuk memulai praktek makanan sehat. Memulai sekarang!
Kepentingan menjaga makanan dapat dipahami dari hadis Nabi saw yang diriwayatkan at-Turmudzi dari Abdullah al-Ashory, Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa dalam keadaan badan sehat, aman dalam penghidupan dan ia memiliki makanan sehari-hari yang cukup, maka seolah-olah dunia ini miliknya."




0 komentar:
Posting Komentar