Rabu, 21 Maret 2012

mimisan

Mimisan bila biasa di sebut dalam bahasa medis adalah Epistaksis. Mimisan sering terjadi akibat adanya kelainan pada rongga hidung namun mimisan bisa terjadi pula karena kelainan yang terjadi di tempat lain dari tubuh. Kelainan tersebut  dapat berupa trauma yang pernah terjadi misalnya mengorek hidung, terjatuh, terpukul, adanya benda asing di hidung, dan iritasi gas yang merangsang atau menyengat.

Mimisan sendiri bisa terjadi oleh adanya Infeksi hidung dan organ sekitarnya, baik itu tumor yang bersifat jinak maupun ganas, perubahan lingkungan yang mendadak misalnya perubahan cuaca atau panas matahari serta dinginnya suhu ruangan, selain itu dengan masuknya benda asing yang masuk ke hidung, bisa menjadi penyebab lain mimisan itu terjadi.
Sedangkan kelainan di bagian tubuh yang lain yang bisa menyebabkan mimisan antara lain, penyakit jantung dan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi dan kelainan pembuluh darah, kelainan darah seperti turunnya kadar trombosit, gangguan pembekuan darah, leukimia. Kelainan lain yang menyebabkan mimisan yaitu, infeksi seluruh tubuh seperti demam berdarah, gangguan hormonal dan kelainan bawaan.


Mimisan juga dapat terjadi jika seseorang menderita tumor di rongga hidung yaitu angiofibroma. Tumor ini biasa ditemukan pada anak usia muda atau dewasa muda dan seringkali terlihat sebagai benjolan sebesar biji nangka berwarna merah keputihan.

Pada keadaan infeksi seperti demam bedarah anak juga dapat mengalami mimisan, biasanya ini pertanda bahaya pada kasus demam berdarah tersebut dan anak harus mendapatkan perawatan intensif. Pada keadaan demam berdarah mimisan seringkali diikuti perdarahan juga pada organ lain sehingga mimisan karena demam berdarah mudah dibedakan dari mimisan karena sebab lain.

Bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya karena itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung misalnya sinusitis dsb, tidak terlalu berbahaya dan penata laksanaannya dengan mengobati infeksinya.

Pada keadaan yang kronis misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak dapat terjadi komplikasi yang cukup berat antara lain anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak.

Mimisan itu bukanlah sebuah penyakit , serta mimisan juga bukan menjadi suatu gejala  penyakit parah. menurut para ahli 90 persen mimisan akan berhenti sendiri dengan segera, sedangkan yang 10 persen memerlukan tindakan khusus. Asalkan tidak terlambatnya dilakukan penanganan maka komplikasi yang berat tidak akan terjadi.

Cara menghentikan mimisan adalah anak didudukkan pada posisi tegak, kemudian diberikan tekanan pada hidung (dipencet) dengan tujuan mengecilkan pembuluh darah yang pecah (kontriksi) sekaligus mempercepat pembekuan darah di daerah hidung. Bisa juga dengan pengobatan alami daun sirih getahnya diteteskan ke daerah hidung yang mimisan. Getah daun sirih ini berkhasiat menimbulkan koagulasi pada pembuluh darah yang pecah.

0 komentar:

Posting Komentar