Assalamualaikum Wr. Wb. sobat blogger pasti sudah tahu gambar di samping ini. tapi apakah maksud dan tujuan dari gambar ini...??? Maksudnya adalah dilarang minum dalam keadaan posisi berdiri. lalu apa tujuannya..??? tujuannya adalah untuk kesehatan bagi tubuh kita terutama pada organ ginjal kita.
Lalu pertanyaannya ko bisa seperti itu...??? Jauh pada zaman nabi muhammad saw bahwasanya beliau telah melarang cara minum tersebut, seperti tertuang dalam hadistnya disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Lalu apakah sfinger itu...??? defenisi dari Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.
Di Setiap air minum yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. apabila kita minum posisi sambil berdiri. maka Air yang kita minum otomatis akan masuk tanpa terjadi penyaringan oleh ginjal dan Langsung lewat menuju kandung kemih. Ketika berada di kandung kemih lalu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya penyakit.
Lalu apa sajakah penyakita yang dihasilkan dari cara minum ( posisi berdiri ) tersebut...???antara lain adalah penyakit kristal ginjal atau yang di sebut dengan batu ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat oleh endapan yang di hasilkan tadi.
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."
Pada saat posisi duduk, apa yang akan diminum atau dimakan oleh seseorang maka akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan-lahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi secara berulang-ulang maka dalam kurun waktu yang lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pencernaan kita terganggu atau biasa di sebut disfungsi pencernaan.
Manusia pada saat posisi berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan atau didapat pada saat badan kits dalam posisi duduk, yang di mana syaraf-syarad berada dalam keadaan tenang atau rileks dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhari).





0 komentar:
Posting Komentar