Senin, 07 September 2009

7 Kunci Gigi Surga


" 7 Kunci Gigi Surga "
Kalimat Tauhid La ilaha ilallah Muhammad Rasulallah merupakan kalimat
peniadaan 4 perkara dan penetapan 4 perkara.
4 perkara yang ditiadakannya adalah sesembahan, taghut, tandingan dan tuan.
4 perkara yang ditetapkannya adalah tujuan akhir, kecintaan, rasa takut dan
pengharapan.



* Sesembahan adalah apa-apa yang dimaksudkan dapat mendatangkan kebaikan
atau menyingkirkan bahaya sedikitpun lalu kita jadikannya sebagai
sesembahan.
* Taghut adalah orang yang rela disembah dan dia disembah atau berharap
untuk disembah.
* Tandingan adalah apa-apa yang membuat kita terlena dari islam entah itu
keluarga,tempat tinggal, sanak saudara ataupun harta benda. Semua ini
merupakan tandingan sebagaimana firman Allah :
"Dan diantara manusia ada yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;
mereka mencintainya sebagaimana layaknya mereka cinta Allah"(AlBaqarah
:165).
* Tuan adalah orang yang memberi fatwa kepadamu yang menyalahi kebenaran dan
kamu mentaatinya sebagaimana firman Allah :
"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb
selain Allah".(at-Taubah:31).
* Tujuan akhir artinya apa yang kita tuju hanya allah semata.
* Kecintaan adalah sebagaimana firman Allah : "dan orang-orang beriman amat
cinta kepada Allah"(Al-Baqarah :165)
* Rasa takut dan pengharapan adalah seperti firman Allah:
"Dan jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu
maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan
kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(Yunus:107).

Syarat-syarat La Ilaha Illallah
Kita harus memahami bahwa keutamaan kalimat La Ilaha illallah adalah bukan
pada hitungan pengucapan dan hafalannya saja. Nyata kita lihat saat ini
jutaan manusia berkumpul untuk mewajibkan lafaz kalimat tersebut dalam
hitungan tertentu padahal kalimat itu sendiri tidak akan memberikan kebaikan
bagi mereka meskipun mereka mengulanginya jutaan kali dan sekian banyak
manusia yang hafal fasih lafazh-lafazhnya begitu baik namun kenyataannya
mereka terpuruk dalam beberapa hal penting yang seharusnya mereka pahami.

Seorang yang terpercaya Wahd bin Munabbih pernah ditanya : "Bukankah La
Ilaha illallah merupakan kunci surga?"
Wahb menjawab, "Benar. Tetapi tidak ada kunci kecuali ia mempunyai
gigi-gigi. Apabila engkau datang sambil membawa kunci yang ada gigi-giginya,
maka sorga akan dibukakan bagimu. Jika tidak, maka sorga tidak akan
dibukakan untukmu".
(Riwayat Al-Bukhary sebagai catatan pinggir dalam kitabul jana'iz, 3/109.)

Yang dimaksudkan gigi-gigi disini adalah syarat-syarat La ilaha illallah,
yaitu :

SYARAT I (ilmu)
Mengetahui makna yang dimaksudkannya, baik yang dinafikan maupun yang
ditetapkan sehingga kebodohan sirna.
"Maka ketahuilah sesungguhnya tidak ada ilah melainkan Allah"(Muhammad:19).
"Dan tidaklah memiliki syafaat(pertolongan) orang-orang yang menyeru selain
Allah, kecuali orang yang bersaksi dengan haq dan mereka memahami."
(Az-Zukhruf:86).
Maksudnya dengan kalimat La ilaha illallah, mereka mengetahui dan
membenarkan dalam hati mereka apa yang mereka ucapkan dengan lidahnya.
"Bersaksi Allah bahwa sesungguhnya tiada ilah selain IA Allah dan para
malaikat dan orang-orang yang berilmu tegak dengan keadilan tiada illah
melainkan IA Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana."(Ali Imran :18).
Rasulallah : "Barangsiapa mati sedang ia memahami bahwa sesungguhnya tiada
illah selain Allah, maka ia masuk sorga"(Sahih Muslim, Kitabul-Iman, 1/55
hadits no.26).
Ucapan La ilaha ilallah menjadi jaminan bagi orang yang mengucapkannya untuk
masuk sorga. Tetapi bukan berarti ia langsung masuk sorga hanya karena
ucapan La ilaha illah. Semua amalnya akan dihisab yang baik akan mendapat
ganjaran baik dan yang buruk akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.

SYARAT II (Yakin)
Adanya keyakinan yang dapat menafikan keraguan. Artinya orang yang
mengucapkan kalimat tauhid ini harus meyakini pengertian didalamnya dengan
sebenar-benarnya.
Iman tidak sempurna kecuali dilengkapi ilmu yang yakin bukan persangkaan dan
keraguan.
"Sesungguhnya orang-orang iman hanyalah orang-orang yang iman kepada Allah
dan Rasul-Nya, kemudian mereka tiada ragu dan mereka berjihad dengan harta
dan jiwa mereka pada jalan Allah.Mereka itulah orang-orang yang benar."
(Al-Hujurat:15).
Rasulallah :
"Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan sesungguhnya aku adalah
Rasul Allah. Dengan dua kesaksian ini dan tiada ragu tentang keduanya
seorang hamba tidak akan bertemu Allah kecuali ia masuk sorga".
(Sahih Muslim, Kitabul-Iman, 1/56, hadits no 57).


SYARAT III (menerima)
Menerima apa yang dituntut kalimat ini dari hati dan lisannya.
Firman Allah :
"Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi
peringatan pada suatu negri, melainkan pemuka-pemukanya berkata :"
Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu tatacara dan
sesungguhnya kami mengikuti mereka. Rasul berkata:Apakah kamu akan mengikuti
juga sekalipun aku membawa untuk kamu tatacara yang lebih nyata memberi
petunjuk daripada apa yang kamu dapati atas bapak-bapak kamu?Mereka menjawab
: Sesungguhnya kami menginkari apa-apa yang kamu diutus untuk
menyampaikannya. Maka Kami binasakan mereka. Maka perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan."(Az-Zukhruf :23-25).

"Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang iman demikianlah
menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman"
(Yunus:103)
"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan pada mereka :'La ilaha
illallah' mereka menyombongkan diri dan mereka berkata:'Apakah sesungguhnya
kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair
gila?'."
(Ash-Shaffat:35-36).

SYARAT IV (tunduk)
Tunduk dan berserah diri kepada apa yang ditunjukannya serta meninggalkan
apa yang dinafikannya.
"Dan kembalilah kamu pada Rabbmu dan berserahdirilah kepada-Nya sebelum
datang kepadamu azab kemudian kamu tidak dapat ditolong"
(Az-Zumar:54)
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia mengerjakan kebaikan dan
mengikuti agama Ibrahim yang lurus"
(An-Nisa:125)
"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedang ia berbuat
kebaikan maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh"
(Luqman:22)
Rasulallah :
"Tidak beriman kamu sekalian sampai ada hawa nafsunya mengikuti apa yang aku
sampaikan(sunahku)".H.R. Arbain Annawawiyah.
Inilah yang dimaksud kesempurnaan berpasrah diri dan tujuan yang
dikehendakinya sebagaimana firman Allah pada surat 4:65.
"Maka demi Rabbmu tidaklah mereka beriman hingga ia berhukum padamu tentang
apa-apa yang mereka pertentangkan diantara mereka kemudian mereka tidak
menjumpai dalam diri mereka sempit(penolakan) dari apa yang kau putuskan dan
berserah diri dengan sungguh-sungguh".
Menurut tafsir Ibnu Katsir:Allah bersumpah pada dirinya karena ia mulia lagi
suci, bahwa seseorang belum beriman bila belum mengangkat rasulallah sebagai
pemberi putusan dalam segala urusan. Apa yang telah diputuskan rasul adalah
benar dan harus dipatuhi lahir maupun batin.

SYARAT V
Adanya kebenaran yang dapat menafikkan kedustaan
Mengucapkan kalimat tauhid dari hati nuraninya. Apa yang diucapkan lidahnya
dibenarkan oleh hatinya, firman Allah surat 29:1-3;
"Apakah manusia memiliki perhitungan jika mereka dibiarkan setelah
mengucapkan 'beriman kami' dan mereka tidak diuji"
"Dan sungguh kami uji orang-orang dari sebelum mereka agar tahu pasti Allah
terhadap orang-orang jujur dan pasti tahu Allah terhadap orang-orang dusta"

2:8-10.
"Dan sebagian dari manusia ada orang-orang yang berkata sungguh beriman aku
pada Allah dan pada hari kebangkitan dan mereka tiada beriman"
"Mereka menghina allah dan orang iman dan tidak dapat menipu mereka kecuali
pada jiwa mereka sendiri dan mereka tidak mengerti"
"Di beberapa hati mereka sakit maka menambah Allah pada beberapa sakit dan
bagi mereka siksa yang pedih sebab mereka mendustakan"
Rasulallah dalam 2 kitab shahih bukhary juz 1 hal 226&128 :
"Tiada seorangpun bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah dan sesungguhnya
Muhammad itu Rasulallah secara jujur dari hatinya hanyalah Allah
mengharamkan neraka".

Ibnul Qayyim berkata : pembenaran dengan kalimat La ilaha illallah menuntut
pengakuan dan penetapan hak-haknya berupa syariat-syariat Islam yang
merupakan penjabaran dari kalimat ini. Pembenaran ini harus mencakup semua
penggambarannya mengikuti perintah dan menjauhi larangannya. Pada hakikatnya
orang yang membenarkan kalimat ini adalah orang yang melakukan semua
tuntutannya, sehingga terpelihara harta dan darah seseorang secara mutlak
tidak terwujud kecuali dengan kalimat itu dan melaksanakan hak-haknya.
Begitupula keselamatan dari azab secara mutlak tidak terwujud kecuali dengan
kalimat itu dan melaksanakan hak-haknya.



Rasulallah :
"Syafa'atku untuk orang yang bersaksi jika tiada Ilah hanyalah Allah secara
murni membenarkan hatinya pada lisannya dan lisannya pada hatinya."
(Al-Hakim, Kitabul-Iman,1/70).

Ibnu Rojab berkata: orang yang mengucapkan La ilaha illallah dengan lisannya
kemudian ia mentaati syetan dan hawa nafsunya dalam kedurhakaan pada Allah
dan penentang-penentangnya maka perbuatannya telah mendustakan ucapannya,
kesempurnaan tauhidnya jadi berkurang menurut kedurhakaannya kepada Allah
dengan mentaati syetan dan hawa nafsu.
Pahami firman Allah Qs.28:50 dan 38:26.
"Dan siapakah orang yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa
nafsunya dengan tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun".
"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu
dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah bagi
mereka azab yang pedih karena melupakan hari perhitungan".



SYARAT VI
Ikhlas. Maksudnya memurnikan amalan dengan niat yang baik, terlepas dari
noda-noda syirik.
Firman Allah 39:3
"Ingatlah bagi allah tatacara yang murni dan orang-orang yang menjadikan
pada selain Allah pelindung/pemimpin berkata,'kami tidak menyembah mereka
hanya mendekatkan kami pada Allah lebih dekat'. Sesungguhnya akan menghukumi
diantara mereka pada apa-apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk orang yang dusta lagi kufur"
98:5
"Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah pada Allah seraya
memurnikan tatacara secara patuh dan menegakkan shalat dan memberikan zakat
dan demikian itulah tatacara yang tegak".
Sabda Nabi Muhammad SAW dalam Bukhary juz 1 hal 193 dan 199:
"Lebih bahagianya manusia yang mendapat syafa'atku orang yang mengucapkan La
illaha ilallah secara murni"
Dari Abu Hurairah dan Nabi bersabda dalam shahih muslim juz 1 hal 456 dan
263:
"Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka terhadap orang yang mengucapkan
La ilaha ilallah secara benar dan mencari dengan pengamalan zatnya Allah
yang maha perkasa dan agung".

Dari Utbah bin Malik dan sabda Nabi Muhammad SAW dalam sunan Nasai :
"Siapa yang yang mengucapkan La ilaha ilallah wahdahu la syarikalahu,
lahulmulku wa lahul hamdu wa huwa a'la kulli syai'in qadir, murni dari
hatinya dan lisannya membenarkannya, tiada lain Allah akan menyibak langit
dengan suatu sibakan karena ucapan itu sehingga diantara penduduk bumi
melihat kepada orang yang mengucapkannya. Ada hak bagi seorang hamba
penglihatan Allah kepadanya apabila Allah memberikan permintaannya.

Al-Fudhail bin Iyadh berkata, "Sesungguhnya andaikata suatu amalan ikhlas
namun tidak benar, maka amalan itu tidak diterima. Dan andaikata benar tapi
tidak ikhlas juga tidak diterima hingga ia ikhlas dan benar. Ikhlas semata
karena Allah dan benar bila sesuai dengan Sunnah.

SYARAT VII
Mencintai kalimat tauhid ini, apa yang dituntut apa yang ditunjukkan
mencintai
pembelanya yang selalu aktif memperhatikan syarat-syaratnya dan membenci
apa-apa yang membatalkannya.
Firman Allah Al-Maidah:54
"Hai orang-orangyang beriman , barangsiapa diantara kamu nurtad dari
agama/tatacaranya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang
berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut celaan orang yang suka mencela"
.

Dalam sebuah hadist disebutkan; Sahih Bukhary, Kitabul-Iman 1/60 hadist
no.16 :
"Tiga perkara barangsiapa berada didalamnya maka akan mendapatkan kenikmatan
mainsnya iman:
1.Allah(Qur'an) dan Rasul(Sunnah) lebih diniati olehnya daripada selain
keduanya.
2.Jika ia cinta seseorang, tidak cinta ia pada orang tersebut kecuali karena
Allah
3.Ia benci jika ia kembali pada kekafiran seperti bencinya ia jika
dicemplungkan ke api neraka.

Syeikh Hafid Al Hikam berkata :
Tanda kecintaan hamba kepada Rabbnya adalah mendahulukan apa yang dicintai
Allah meskipun hawa nafsu menentangnya. Membenci apa yang dibenci Allah
meskipun hawa nafsu condong padanya. Mengangkat pemimpin orang yang
menjadikan Allah dan Rasul sebagai pemimpinnya memusuhi orang yang memusuhi
Allah mengikuti Rasulallah meniti jejaknya dan menerima petunjuknya.

Ibnul Qayyim berkata "Kita lihat sebagian orang mengaku islam padahal syirik
secara gamblang. /mereka menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu, penggambaran
dan penyamaan. Mereka menjadikannya sebagai kecintaan dan tidak hanya
sekedar kekuasaan.


0 komentar:

Posting Komentar