Kamis, 03 September 2009

ringan di lisan berat di timbangan

ingin kukabarkan padamu kalam ilahi dan
sunnah nabi tentang sesuatu yang ringan di lisan namun berat di
timbangan amal. Sungguh sesuatu ini benar-benar ringan, karena setiap
orang dapat melakukannya dengan suara maupun tanpa kata. Sungguh ia
ringan karena dapat dilaksanakan dalam keadaan berdiri, duduk maupun
berbaring. Sungguh dia ringan karena dapat engkau pelihara dalam segala
waktu dan suasana. Di tempat kerja, di sekolah, di jalan maupun di
pasar. Namun sesuatu ini dijamin Allah berat timbangan amalnya, karena
dengannya Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar.

"Dari Abu hurairah ra, ia berkata Rasulullah Saw bersabda: "Dua kalimat
yang ringan pada lisan, berat pada timbangan amal, disukai Allah Yang
Maha Pengasih, yaitu Subhanallah Wabihamdihi, subhanaanaLLaahil 'azhim
(HR Bukhari Muslim)

Allah ta'ala berfirman: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim,.,
laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahal yang besar." (QS Al Ahzab:
35)



Kawan, itulah dzikir. Mengingat Allah.. Ingat yang bukan sekedar eling,
namun juga ditunaikan dalam lisan. Bukan juga sekedar untaian kata yang
terlepas dari bibir, tetapi dzikir yang tulus dari jiwa sebagai bukti
eling. Menyebut-nyebutNya. Menyenandungkan pujian untukNya. Bertahmid,
bertasbih dan bertakbir bagiNya. Dzikir yang dengannya Allah akan
menghapus kesalahan-kesalahan kita yang sebanyak buih di lautan.

Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa membaca
tasbih33x setiap selesai shalat, membaca tasbih 33x dan takbir 33x,
kemudian ia melengkapinya menjadi 100 dengan membaca Laa Ilaaha
Illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa
'alaa kulli syiin qadiir, maka diampunilah dosa-dosanya walaupun
dosa-dosa itu seperti buih di lautan. (HR Muslim)

Kawan, dzikir memang ringan di lisan. Karena dia gampang dilafalkan dan
dihafalkan, segampang kita melafalkan senandung lagu-lagu, nasyid maupun
tembang. Namun begitu berat timbangan amalnya dan begitu besar nilainya.
Lafal-lafal itu memenuhi apa yang di antara langit dan bumi, lebih baik
dari menafkahkan emas dan perak yang kita miliki, lebih baik dari dunia
seisinya.

Bagi mereka yang menjalankannya, yang senantiasa membasahi lidah dengan
menyenandungkannya, Allah janjikan keutamaan yang banyak. Baginya
keberuntungan, ampunan dan pahala yang besar, kedudukan utama dan
kemuliaan, pengabulan do'a dan ditanamkan untuknya pohon di surga.

"Dari Ayyub Al Anshariy ra dari Nabi SAW, beliau bersabda: Barangsiapa
mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa
lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir sepuluh kali, maka ia
bagaikan orang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan isma'il. (HR
Muslim)

".Dan lantas beliau bersabda: Seseorang yang membaca tasbih 100x
dituliskan baginya 1000 kebaikan atau dihapuskan baginya 1000dosa." (HR
Muslim)

"Dari Jabir ra dari nabi saw, beliau bersabda: "Barangsiapa mengucapkan:
Subhaanallaahi wa bihamdihi, maka ditanamkan baginya sebatang pohon di
surga" (HR Turmudzi).

Kawan, untai kata ini ringan. Karena setiap muslim, anak-anak hingga
dewasa, tak sulit menghapal subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar.
Dan tak butuh waktu panjang dan khusus untuk menyenandungkannya. Kalimat
ini amat disukai Allah, dan ia sungguh besar nilainya, karena dengannya
kita gapai cintaNya. Karena dengan dzikir kita istimewa di pandanganNya.

"Allah ta'ala berfirman: Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat
kepadamu". (QS Al Baqarah: 152)

"Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sungguh,
jika aku mengucap: Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illaahu
akbar, itu lebih aku
sukai dari apa yang disiniari matahari.

Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: maukah kamu saya
beritahu kalimat yang paling disukai oleh Allah? Sesungguhnya kalimat
yang paling disukai Allah adalah subhaanallaahi wa bihamdihi (HR Muslim)
Kawan, begitu tinggi nilai dzikir, hingga rasul menjadikannya jawaban,
saat suatu hari, para sahabat muhajirin berkesah atas kalahnya amal
mereka dibanding kaum anshar.

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya sahabat dari kaum muhajirin datang
kepada Rasulullah SAW dan berkesah, "Orang-orang kaya mendapat derajat
tinggi dan kebahagiaan yang abadi, padahal mereka shalat sebagaimana
kami shalat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa. Tetapi mereka
memiliki kelebihan harta yang
dengannya dapat menunaikan haji, umrah, berjuang dan bersedekah."
Rasulullah saw bersabda: "Maukah kalian aku ajari sesuatu yang dapat
mengejar pahala orang-orang yang telah mendahului kamu dan orang-orang
sesudahnya, serta tidak ada seorangpun yang lebih utama daripada kamu,
kecuali orang yang berbuat seperti apa yang kalian perbuat?"

Mereka menjawab: "Mau, wahai Rasulullah." Beliau kemudian bersabda:
"yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir setiap selesai shalat
sebanyak 33x." (HR Bukhari Muslim). Kawan, tidakkah kita ingin berlomba
seperti mereka? Mengejar sesuaatu yang tidak dapat kita raih, dengan
sesuatu yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan amal? (@Az,
menjelang 1/3 malam terakhir)

0 komentar:

Posting Komentar