Senin, 07 September 2009

PERANAN PEMUDA ISLAM DALAM MEMBANGUN PERADABAN ISLAM

Assalamu'alaikum Wr wb
PERANAN PEMUDA ISLAM DALAM MEMBANGUN PERADABAN ISLAM
Oleh : Ibnu Ahmad Noeh
Kami ceritakan kisah kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.
Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan
mereka
dan Kami memberi tambahkan kepada mereka petunjuk
(Al-Kahfi : 13)
Pemuda pada umumnya mencerminkan fase yang sangat enerjik, fase penuh
semangat dan cita-cita. Karena dia menempati usia pertengahan dan
pertengahan biasanya sebgai sebuah alternatif(pilihan).Pemuda dapat
diibaratkan sebagai matahari yang telah berada dijantung langit yang
menandakan bahwa siang telah mulai panas. Maka matahari bertambah kuat dan
panas dibandingkan matahari di pagi hari dan sore hari.
Dengan demikian pemuda menempati fase puncak yang penuh enerjik dan
mempunyai sifat dan emosi yang yang bergelora didalam tubuhnya, Pemuda
biasanya sangat peka terhadap setiap peristiwa pemuda itu biasanya lebih
ringan tangan (cepat bergerak) daripada kaum tua. Jika ia tertarik oleh
sesuatu dan ia memandangnya sebagai sesuatu hal yang dapat dicapai maka ia
rela mengkorbankan segala-galanya , demi tercapainya harapan itu. Dia dengan
gigih menghadapi dan menentang segala kekuatan yang merintangi tanpa
memperhitungkan resikonya.

Sebagai contoh Protes Nabiullah Ibrahim AS terhadap kaumnya menunjukan
gejolak Iman yang dahsyat dalam semangat kepemuidaan beliau.
"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"(AlAnbiyaa'
(21):52)
Ternyata hanya ditemui jawaban yang membosankan dan sama sekali tidak
memuaskan dari kaumnya, Jawab Kaumnya,
"Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya."
(Al Anbiyaa'(21:53)
Akhirnya beliau melakukan tindakan yang berani walaupun mengandung resiko
yang sangat tinggi.
"Maka Ibrahim membuat berhala-hala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang
terbesar (induk) dari patung-patung yang lain, agar mereka kembali (untuk
bertanya) kepadanya. Mereka (kaumnya) berkata :"Siapakah yang melakukan
perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, sesungguhnya mereka termasuk
oranmg-orang yang dzalim." Mereka berkata :"Kami dengar ada seorang pemuda
yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." Mereka
berkata:"Kalau demikian bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang
banyak, agar mereka menyaksikan."
(Al Anbiyaa' (21):58-61)
Inilah resiko yang harus diterima Nabiullah Ibrahim AS
"Mereka berkata :"Bakarlah dia (Ibrahim) hidup-hidup0 dan bantulah ilah-ilah
kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak."(Al Anbiyaa' (21) : 68)
Itulah lukisan hidup sosok seorang pemuda yang selalu hidup dalam dada
sepanjang zaman.
Problematika manusia sepanjang sejarah adalah bervariasi , sehingga manusia
yang hidup pada zamannya selalu saja ada yang tergugah untuk memperbaiki
problem tersebut. Dan pemuda adalah sosok manusia yang banyak berperan dalam
berbagai kegiatan pemecahan problem ummat. Didalam Al-Qur'an banyak
dicontohkan pemuda-pemuda semacam ini selain Nabiullah Ibrahim AS juga ada
Nabiullah Yusuf AS dan Pemuda Gua Al Kahfi.
Kita juga mengenal tokoh-tokoh pemuda sebelum Kemerdekaan seperti KH Agus
Salim, Dr. Hatta, peristiwa Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan RI yang dipelopori
Pemuda.
Dan Setelah Kemerdekaan juga kita mengenal peristiwa-peristiwa yang
dipelopori Pemuda semacam Angkatan 66, Peristiwa Malari, Reformasi dan
sebagainya.
Diluar negeri kita mengenal Peristiwa Renaisance yang dipelopori
Pemuda-pemuda Kristen, Reformasi di Korea, Peristiwa Tiannanmen dan masih
banyak sekali yang semuanyanya sebagian besar dipelopori oleh pemuda.
Demikianlah potensi pemuda sebagai pembawa pejuang yang gagah berani
membela kebenaran, perintis pembangunan dan pembaharuan. Tetapi selain itu
pemuda juga merupakan pembawa kemungkaran dan kebatilan.
Pembajak dan perampok dijaman dahulu banyak ditulang punggungi oleh
pemuda. Disaat Rasulullah mulai melaksanakan misinya, menyeru manusia kepada
jalan yang benar maka pemuda-pemuda dimekah menjadi gelisah dan cemas,
mereka berusaha menghalangi dan menentang seruan Nabi itu sehingga
terjadilah perlawanan antara pembela kebenaran dan penentangnya dimana kedua
belah pihak dipelopori oleh pemuda. Pemuda-pemuda dari golongan kafir
Quraisy, selalu melakukan gangguan fisik dan mental terhadap Rasulullah dan
pengikutnya . Mereka itu melakukan berbagai ancaman dan dan penyiksaan
terhadap pengikut-pengikut Rasulullah SAW terutama orang-orang yang masih
berada dibawah tangan mereka/budak-budak Bilal diikat tangan dan kakinya
kemudian diseret kepadang pasir yang sedang terik siang hari.
Pelaku-pelakunya adalah pemuda-pemuda Mekah. Demikian juga terjadinya
dekadasi moral yang menyolok diseluruh penjuru dunia dewasa ini juga
dipelopori oleh pemuda. Dalam hal ini, andil para pemuda lebih banyak
daripada lainnya, bahkan merekalah yang mempunyai bermacam-macam ilmu untuk
melakukan berbagai perbuatan aneh-aneh dalam kehidupan masyarakat.
Terlepas dari semua itu potensi pemuda ini merupakan suatu senjata
yang ampuh yang dapat dipakai untuk menegmban risalah Islam.
Pemuda mempunyai peranan strategis dalam membangun dan mempertahankan suatu
peradaban . Sebenarnya bangsa-bangsa yang telah punah atau sedikitpun tidak
meninggalkan pengaruhnya bukannya mereka punah dan hilang sama sekaliakan
tetapi mereka punah karena ciri-ciri khas kebangsaannya atau kepribadian
bangsa itu telah lenyap ditengah-tengah masyarakat manusia. Sebagai contoh
jika kita mengatakan bahwa umat Babilonia telah punah, dan umat , atau
bangsa Fir'aun telah lenyap, berarti peradaban yang telah dijunjung tinggi
oleh bangsa Babilonia dan Fir'aun telah luntur dan lenyap ciri-ciri khasnya
dan telah hilang kepribadiannya.
Adapun keturunan umat atau bangsa Babilonia hingga kini senantiasa
berkembang biak . hanya saja kepribadian yang khas dan ciri-cirinya tertentu
sebagai suatu umat (bangsa), telah hilang lenyap ditengah-tengah umat itu
sendiri. Demikian juga dikatakan pada bangsa Mesir Kuno (Kaum Fir'aun),
mereka selalu berkembang biak dimuka bumi hingga kini akan tetapi kebudayaan
dan peradaban yang telah dikenal sebagai peradaban dan kebudayaan Fir'aun,
tiada lagi pengaruhnya sedikitpun, karena generasi-generasi mereka kini,
tidak mampu lagi menukilkan warisan-warisan nenek moyang mereka kepada
generasi-generasi berikutnya. Maka dengan demikian kehidupan dan kelestarian
suatu bangsa, tergantung kepada kesadaran dan usaha mereka dalam menyiapkan
kader-kader penerus yang berkemampuan memelihara kepribadian dan ciri-ciri
khasnya sendiri Hal ini telah menjadi Sunatullah (undang-undang) yang
berlaku dialam semesta, bahwasanya, generasi suatu bangsa, jika telah hilang
kepribadiannya yang khas, lalu menyandang kepribadian suatu umat atau bangsa
yang lain, maka inilah yang dikatakan telah lenyap dan telah punah. Demikian
juga bangsa sriwijaya, Pajajaran Majapahit dan sebagainya.
Tapi sayangnya generasi-generasi muda Islam sekarang itu lebih
tertarik dengan warna-warna kebudayaan asing dibandingkan dengan warna-warna
Islami bahkan mereka takut menghindari hal-hal yang berbau Islami ini bisa
dilihat dari tingkah laku dan bentuk kehidupan. Mereka tidak sadar bahwa
Kebudayaan ini lambat laun akan menggantikan kebudayaan dan peradaban Islam.
Kalau hal ini sudah terjadi maka jangan diharapkan bahwa bumi dan negara ini
ini tetap sebagai negara perpenghuni muslim, cepat atau lambat akan berubah
menjadi bumi atau negara Amerika, Eropa dan sebagainya. Generasi-generasi
kita tetap ada dan berkembang terus dalam bentuk rupanya tetapi tingkah
laku, pandangan hidup dan mentalnya adalah asing.
Kalau Sekarang kita susah mendapatkan Literatur-literatur Ilmu Pengetahuan
karya Penulis-penulis Islam dalam bahasa Arab seperti :
- Algoritma (Al Khawarizmi) penemu Al Jabar, Table Trigonometri, Aritmatika,
Aritmathica of Chremona, Globe (bola dunia)
- Aviciena (Ibnu Sina) yang karya-karyanya menjadi literature dunia
kedokteran
- Geber (Jabir Al Hayyan) yang karya-karyanya menjadi literature dunia kimia
- Avierush (Ibnu Rush) Hakim terkenal pada masa itu yang karya-karya menjadi
literature dunia kehakiman bahkan sampai sekarang di New Mexico University
masih ada mata kuliah yang membahas tentang pemikiran beliau.
- Dan masih banyak lagi
Mungkin suatu saat kita juga akan susah menemukan literature-literatur
tentang Islam . Bahkan mungkin saja suatu saatnya ketika ingin tahu tentang
agama Islam kita harus belajar ke Barat seperti ketika sekarang kita ingin
belajar Ilmu Pengetahuan.
Sedangkan permasalahan yang terjadi pada pemuda pada saat ini diantaranya
adalah:
1. Lemahnya Aqidah :
Aqidah dalam agama Islam adalah Pondasi awal berdirinya bangunan Islam,
Ketika Aqidahnya lemah maka bangunan tersebut juga akan lemah. Pemahaman
terhadap Aqidah ini akan menjadikan Pemuda Islam yakin terhadap kesempurnaan
pedoman hidup yang bersumber dari Allah SWT tersebut, yang meliputi semua
waktu, ruang dan sisi kehidupan manusia. Dari pemahan Aqidah ini pula setiap
pemuda akan paham tentang tujuan hidup didunia yang diamanahkan oleh Allah,
Loyalitas (Wala') yang harus diberikan, dan penempatan Ilah (pengibadahan)
yang sebenarnya.
Karena pentingnya Aqidah ini dalam kehidupan orang Islam sehingga Rosululloh
ketika da'wah pertama kali di Makkah lebih menekankan hal ini, sehingga
jarang sekali kita dapatkan Surat Makiyah yang berisi diluar pengenalan
terhadap Allah.
Aqidah inilah yang akan menjadikan sebuah ikatan yang tidak
didorong/ditopang oleh ikatan emosional-temportal seperti : etos, mistis,
daerah, darah, ataupun figure tertentu.
Ikatan inilah akan menimbulkan kesatuan ideologis, kesatuan cita-cita,
angan-angan dan harapan.
Sedangkan sekarang yang terjadi adalah karena ketidak pahaman Umat Islam
terhadap Islam itu sendiri sehingga banyak dari kalangan Islam mengambil
pemikiran-pemikiran yang dibuat oleh manusia, seperti Marxis, Komunis,
Kapitalis, Nasionalis, Feminis dan sebagainya.
2. Tarbiyah (Pendidikan) Islam yang lemah
Dalam diri manusia terdapat kecenderungan kepada kebaikan dan kesesatan dan
karena kegoismean manusia maka mereka kadang tidak menyadari dengan apa yang
dilakukannya (selalu merasa benar), sehingga tanpa disadarinya dia sudah
jauh dari kebenaran tersebut.
Agar terhindar dari itu semua maka diperlukan tarbiyah (pendidikan) yang
berfungsi mengarahkan, membangun, menjaga dan memelihara jiwa untuk
senantiasa berjalan pada jalur yang benar /tidak menyimpang dari kebaikan
tersebut (agama Islam) dan senantiasa berhubungan terhadap Islam.
Selain itu tarbiyah juga merupakan terapi dari umat Islam itu terhadap
penyakit al wahn ( cinta dunia dan takut mati) yang merupakan santapan yang
nikmat bagi thagut (musuh-musuh Allah)
Bercerai berai nya orang Islam juga diakibatkan oleh kurangnya Tarbiyah
Islamiyahnya ini.
Sebenarnya dengan Tarbiyah Islamiyah yang baik akan menjadikan umat Islam
memiliki ghiroh (rasa cemburu) pada agamanya, Tumbuh motivasinya untuk
membela agamanya, Tumbuh keinginan untuk menyebarluaskan ajaran Islam,
Tumbuh keinginan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar.
Tetapi kenyataannya didunia Islam terutama di Indonesia pendidikan Islam
sangat kurang dan keinginan Pemudanya untuk mengkaji agama Islam juga sangat
rendah terutama pemudanya.
3. Tsaqofah (Wawasan) ke Islaman sangat lemah
Lemahnya wawasan Umat Islam terhadap kondisi umat Islam sendiri menjadi
masalah bagi umat Islam.
Sebenarnya wawasan Islamiyah inilah yang akan menggerakkan diri setiap
Muslim untuk tidak memikirkan diri sendiri dan bisa bersikap kritis.
Orientasi pemikiran yang hanya untuk diri sendiri akan berakibat seseorang
dalam kelemahan, tidak bergerak, tidak produktif, tidak inovatif dan
mengalami kebuntuan ide dan kerja.
Wawasan yang harus ditumbuhkan dalam diri tiap muslim adalah adalah wawasan
yang luas yang meliputi wawaasan pemikiran, operasional, maupun wawasan
perasaan, yang akan menggerakkan hatinya terhadap nasib saudara-saudaranya
ditempat lain. Wawasan yang sempit hanya akan membuat orang akan lebih cepat
frustasi dan putus asa.
Kurangnya wawasan Islamiyah dikalangan umat Islam inilah juga berakibat
lemahnya umat Islam dalam menerima dan mensikapi perubahan-perubahan yang
terjadi.
4. Da'wah Islam yang lemah
Sebagai konsekunsi yang logis ketika keran demokrasi dibuka adalah masuknya
semua ideology kedalam masyarakat. Dan dari idiologi yang berkembang maka
dapat dipisahkan kedalam dua kutub yaitu kutub kebaikan dan kutub kesesatan,
diantara kutub tersebut saling tarik menarik untuk menggaet dan mempengaruhi
umat.Siapa yang paling agresif dialah yang akan bisa cepat diterima oleh
masyarakat. Keduanya saling tarik menarik.
Diantara dua kutub tersebut sayangnya Kutub kesesatan inilah yang lebih
agresif dibandingkan kutub kebaikan.
Kebanyakan dari umat Islam masih malu dan tidak berani untuk menyuarakan
kebaikan. Ketika Kemungkaran sudah sedemikian agresifnya sebagai contoh
beredarnya narkoba di kalangan anak-anak SD, Perjudian semakin Vulgar bahkan
di DPRD TK I Jateng para Bandar Judi sudah berani demo untuk melegalkan
perjudian di kawasan Kota Semarang, belum Pornografi, Korupsi dan
sebagainya. Kebanyakan umat Islam masih Umat Islam masih takut untuk bersatu
menentang kemungkaran. Mereka masih belum berani untuk melakukan
tindakan-tindakan seagresif kutub kesesatan tersebut.
Umat Islam masih belum berani tampil dengan apa yang dimilikinya dan
dimampunya untuk kepentingan Islam.
5. Organisasi Keislaman yang lemah
Umat Islam diwajibkan untuk selalu hidup kolektif maksudnya selalu
berhubungan dengan Umat Islam yang lain karena dengan hidup secara kolektif
setiap individu akan dapat bekerja sama dan sama bekerja sehingga membawa
pengaruh psychologis yang dalam karena masing-masing merasakan bahwa ia
mempunyai teman yang mau menasehati dirinya dan mengingatkannya. Menumbuhkan
rasa simpati dan cinta, tidak menyia-nyiakan teman, bahkan menambah semangat
karena ia tidak sendirian didalam hal kebenaran.
Agama Islam adalah agama haq. Untuk menegakkan agama ini maka harus
memperhatikan tegaknya suatu jama'ah (kelompok) yang saling menolong, saling
mengisi, saling melengkapi dan saling menasehati serta saling menjamin dan
bertanggung jawab sedemikian rupa.
Ali bin Abi Thalib berkata " Suatu Kebathilan yang teroganisir rapi akan
bisa mennghancurkan Kebaikan yang sendirian."
Tapi sayang kebanyakan umat Islam lebih senang bekerja sendiri-sendri dan
bahkan lebih tertarik untuk mendekati kegiatan atau kelompok lain yang jauh
dari Islam tersebut.
Rosululloh Sudah bersabda "Umat Islam bagaikan Lebah …."
Suatu lebah tidak akan hidup dan bertahan ketika keluar dari koloninya. Dia
tidak akan mungkin hidup sendiri.
Demikian juga umat Islam ketika dia tidak mau mendekati koloninya maka dia
akan sulit untuk mempertahankan identitasnya.
Ketika organisasi / Kelompok lain sudah demikian besarnya, Jaringannya sudah
begitu kuat, Menguasai segala sektor dari media masa, perusahaan sampai
kegiatan-kegiatan sosial, Lobi-lobinya sudah bisa sampai kemana-mana.
Organisasi Islam masih berjalan ditempat masih kurang dirasakan manfaatnya
oleh umat Islam.
6. Akhlaq
Melihat perkembangan Ummat Islam terutama di Indonesia tergambar dengan
jelas betapa merosotnya akhlaknya sebagian ummat Islam. Dekadensi moral
terjadi terutama dikalangan remaja. Sementara pembendungannya masih
berlarut-larut dan dengan konsep yang tidak jelas.
Rusaknya moral ummat tidak terlepas dari upaya jahat dari pihak luar ummat
yang dengan sengaja menebarkan berbagai penyakit moral dan konsepsi agar
ummat loyo dan berikutnya tumbang. Sehingga yang tadinya mayoritas menjadi
minoritas dalam kualitas. Keadaan semakin buruk ketika pihak aparat terlibat
dan melemahnya peran ulama` dan tokoh masyarakat. Padahal nilai suatu bangsa
sangat tergantung dari kualitas akhlak- nya seperti dikemukakan penyair
Mesir Syauki Bik, "Suatu bangsa sangat ditentukan kualita akhlak-nya, jika
akhlak sudah rusak hancurlah bangsa tersebut."
Hampir semua sektor kehidupan ummat mengalami krisis akhlak. Para Penguasa
mengalami pertikaian internal dan merebutkan "vested interest" dan jarang
terkooptasi oleh kekuasaan yang dzalim. Para ulamanya mengalami kemerosotan
moral sehingga tidak lagi berjuang untuk kepentingan ummat, tetapi hanya
kepentingan sesaat; mendukung status quo. Para pengusahanya melarikan diri
dari tanggung jawab zakat, infaq dan sedekah, sehingga kedermawanan menjadi
macet dan tidak jarang berinteraksi dengan sistem ribawi serta tidak
mempedulikan lagi cara kerja yang haram atau halal. Para siswa dan mahasiswa
terlibat banyak kasus pertikaian, narkoba dan kenakalan remaja lainnya.
Kaum wanita muslimah terseret jauh kepada peradaban Barat dengan slogan
kebebasan dan emansipasi yang berakibat kepada rusaknya moral mereka, maka
tak jarang mereka menjadi sasaran manusia berhidung belang dan tak jarang
dijadikan komoditi murahan . Dan berbagai macam lapisan masyarakat muslim
termasuk persoalan kaum miskin yang kurang sabar sehingga menjadi obyek
garapan pihak lain termasuk seperti bentuk nyatanya pemurtadan semisal
kristenisasi.
Akhlak secara teoritis memang indah tapi secara praktek memerlukan kerja
keras. Oleh karena itu Allah SWT mengutus Nabi SAW-Nya untuk memberi contoh
akhlak mulia kepada manusia.Pekerjaan itu dilakukan oleh Nabi SAW sebaik
mungkin sehingga mendapat pujian dari Allah SWT,
"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) berada pada akhlak yang agung".
(Q.S Al- Qolam :4)
Bahkan Rasulullah SAW sendiri bersabda : "Aku diutus untuk menyempurnakan
Akhlak". Lebih dari itu beliau menempatkan muslim yang paling tinggi
derajatnya adalah yang paling baik akhlaknya.
"Sesempurna-sempurna iman seseorang mukmin adalah mereka yang paling bagus
akhlaknya"
(H.R Muslim)
Maka tak heran Aisyah mendiskripsikan Rasulullah SAW sebagai Al Qur`an
berjalan ;
"Akhlak Rasulullah SAW adalah Al Qur`an"
.(H.R.Bukhari)
Dimensi akhlak dalam Islam mencakup beberapa hal yaitu :
- Akhlak kepada Allah SWT dengan cara mencintai-Nya, mensyukuri nikmat-Nya,
malu kepada-Nya untuk berbuat maksiat, selalu bertaubat, bertawakkal, takut
akan adzab- Nya dan senantiasa berharap akan rahmat-Nya.
- Akhlak kepada Rasulullah SAW dengan cara beradab dan menghormatinya,
mentaati dan mencintai beliau, menjadi kaumnya sebagai perantara dalam
segala aspek kehidupan, banyak menyebut nama beliau, menerima seluruh ajaran
beliau, menghidupkan sunnah-sunnah beliau dan lebih mencintai beliau
daripada diri kita sendiri, anak kita, bapak kita dll.
- Akhlak terhadap Al Qur`an dengan cara membacanya dengan khusyuk, tartil
dan sesempurna mungkin sambil memahaminya, menghapalnya dan mengamalkannya
dalam kehidupan riil.
- Akhlak kepada makhluk Allah SWT mulai diri sendiri, orangtua, kerabat,
handaitaulan, tetangga dan sesama mukmin sesuai dengan tuntunan Islam.
- Akhlak kepada orang kafir dengan cara membenci kekafiran mereka, tetapi
tetap berbuat adil kepada mereka berupa membalas kekejaman mereka atau
memaafkannya dan berbuat baik kepada mereka secara manusiawi selama hal itu
tidak bertentangan dengan syariat Islam dan mengajak mereka kepada Islam.
- Akhlak terhadap makhluk lain termasuk kepada menyayangi binatang yang
tidak mengganggu, menjga tanaman dan tumbuh-tumbuhan dan melestarikannya
dll.
Tentunya ummat Islam tidak berjaya kalau melepaskan ajaran Islam dalam
kehidupan mereka. Makanya, mereka harus kembali menghidupkan Islam
sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya,
Imam Malik pernah meriwayatkan : Artinya
"Tidaklah berjaya akhir dari ummat ini melainkan berpegang dengan apa yang
dipegang generasi pertama".
Upaya penghidupan Islam kembali tidak akan berhasil tanpa pemberdayaan
Pemudanya karena tongkat estafet kepemimpinan masa depan pasti akan beralih
kepada generasi muda sekarang ini. Kondisi masa depan suatu bangsa dapat
dilihat dari kondisi pemudanya. Bila hancur moral pemuda hari ini , maka
kehancuran masa depan sudah dapat diramalkan akan lebih hebat lagi.
Mempersiapkan bekal bagi pemuda hari ini akan berdampak positif untuk
kejayaan Islam pada masa berikutnya.
Sudah seharusnya pemuda mempunyai Bashirah (tatapan) masa depan dengan
cermat, sehingga semua potensi yang terkumpul dalam dirinya dapat
tersalurkan sebesar-besarnya untuk membangun kemenangan hari esok.
Sebagaimana telah ditunjukan Rosululloh pada masa yang silam.
Rasulullah SAW pada masa dawah Islam permulaan kita hanya menemukan sedikit
orang-orang yang usianya lebih tua sedikit daripada Rosululloh, sedangkan
yang selebihnya adalah orang-orang yang lebih muda dari Rosululloh SAW. Abu
bakar masuk Islam pada usia 38 tahun. Umar bin Khatab berumur 28 tahun
ketika dia masuk Islam. Ali bin Abi Thalib yang paling muda. Begitu pula
Abdullah bin Ibnu Mas'ud, Said bin Tsabid, Abdurrahman bin Auf, Billal bin
Rabbah, Mus'ab bin umair dan berpuluhpuluh dan beratus-ratus orang mukmin,
mereka adalah dari kalangan pemuda.
Ditangan pemuda-pemuda Islam itulah bendera Islam bisa berkibar diantara
manusia, kekuasaan Islam bisa menyebar diatas bumi ini, da'wah Islam bisa
menyebar diatas alam ini. Sehingga Allah menganugrahkan kemenangan yang
besar kepada mereka . Perlu diketahui bahwa dalam waktu 35 tahun setelah
kematian Rosullah atau dijaman Khulafa'ureasyidin berkat tangan pemuda
inilah Imperium besar Romawi dan Persia berhasil ditundukan begitu pula
daerah-daerah lain seperti Syam, Mesir Iraq dan negara-negara Afrika sebelah
utara.
Islam dengan pemudanya telah membawa bangsa Arab yang waktu itu terbelakang,
Jahiliyah dan tidak beradab kepada bangsa yang mampu memimpin dunia dalam
waktu yang lama (selama 7 abad sedangkan dunia barat baru memimpin dunia 1
abad lebih) dan menguasai peradaban manusia.
Di Saat tersebut berdirilah sebuah pemerintahan yang adil, yang menjamin
persamaan bagi setiap orang, melindungi kaum lemah, memelihara akhlaq,
harta, serta kehormatan rakyatnya, menggantikan segala sistem jahiliyah yang
penuh kecurangan dan kejahatan yang pernah ada sebelumnya. Budi pekerti dan
nilai-nilai keluhuran berkembang bersama-sama dengan perdagangan dan
teknologi, dan kesejahteraan moral-spiritual berjalan seiring dengan
perluasan wilayah dan festival kebudayaan, sehingga angka kriminalitas amat
rendah jika dilihat dari luasnya wilayah, jumlah penduduk, serta banyaknya
kesempatan untuk melakukannya.
Disadari atau tidak, kepribadian manusia berubah karena pengaruh Islam. Hati
manusia cenderung menerima Islam, dan prinsip-prinsip Islam mulai merasuk ke
dalam pemikiran-pemikiran mereka, mengakibatkan perubahan besar dalam tata
nilai kehidupan di dunia. Islam muncul sebagai kekuatan baru dalam berbagai
manifestasinya, dan seluruh bangsa di dunia mendekatinya tanpa terasa
seperti nampak dalam filsafat, agama, dan peradaban mereka, juga kehidupan
spiritual serta gerakan pembaharuan yang mereka lancarkan di kalangan
mereka.
Kita bisa bandingkan dengan keadaan negara kita yang telah terjajah selama
350 tahun. Selama kurun waktu itu kita bukan saja terjajah secara fisik,
namun juga mengalami penjajahan mental-spiritual. Masyarakat Indonesia
dihabisi kekayaannya, dikuras tenaganya, dibodohkan pikirannya, bahkan
peradabannya dirusak. Ketika bangsa lain sibuk mengembangkan kehidupannya,
kita dipaksa hidup melayani bangsa lain. Dan setelah kita berhasil merdeka
oleh perjuangan segelintir masyarakat yang sedikit pandai, kita menemukan
bahwa ternyata tata kehidupan masyarakat kita telah mengalami kemerosotan di
segala bidang. Kemerosotan moral-spiritual, mental kepribadian, hingga
kemerosotan ilmu pengetahuan yang harus ditanggung bangsa kita tak ubahnya
yang dialami masyarakat Arab di zaman jahiliyah.
Jika kita melakukan studi banding ke berbagai negara lain di muka bumi ini,
dengan maksud ingin mencontoh upaya mereka dalam memajukan negaranya,
rasanya hampir mustahil, karena adanya perbedaan besar dalam situasi dan
kondisinya. Satu-satunya kondisi yang bisa kita pelajari untuk memperbaiki
kondisi yang sudah begitu parah ini adalah kondisi di masa awal kedatangan
Islam tersebut.
Keyakinan terhadap kemungkinan tersebut harus tetap dipupuk, seperti ketika
Rasulullah sedang mempersiapkan perang Khandaq bersama para sahabat, dan
ketika beliau memecah batu dengan kampaknya, maka memancarlah sinar
menerangi alam, dan Rasulullah bersabda bahwa kelak Islam akan menaklukkan
Persia dan Romawi. Dalam kondisi para sahabat sedang kewalahan
mempertahankan Islam seperti saat itu, sungguh tak seorang pun sempat
membayangkan akan datang kejayaan seperti yang diucapkan Rasulullah. Namun
mendengar ramalan langsung dari Rasulullah tersebut maka tak seorangpun yang
menjadi ragu-ragu akan datangnya kemungkinan itu. Keyakinan mereka pun
tumbuh, memacu semangat mereka untuk terus berjuang dan berusaha.
Berbekal keyakinan itulah kita memulai langkah untuk memperjuangkan
datangnya masa kejayaan tersebut. Sebuah langkah awal harus kita terapkan
sekarang, dengan mempelajari apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh
Rasulullah saw dan para Sahabatnya yang sebagian besar pemuda sehingga mampu
membawa Islam menuju puncak kejayaan tersebut?
Allah telah berfirman :
"Kalian adalah umat yang terbaik, yang dikeluarkan untuk manusia.
Kalianmenyuruh yang makruf dan mencegah yang munkar, dan kalian beriman
kepada Allah."
(QS ali-Imran : 110)
Allahu ' Alam Bishowab.
Sumber :
- Majalah Suara Hidayatullah
- Majalah Sabili
- Buku Membentuk Karakter Generasi Muda oleh Abdullah Nasikh 'Ulwan (Pustaka
Mantiq)
- Buku Wahai Pemuda Islam Mana Andilmu oleh Abul A'la Al Maududi (Ramadhani
Solo)
- Tafsir Dibawah Naungan Al-Qur'an oleh Sayyid Quthub (PT Bina Ilmu
Surabaya)
- Buku Kurikulum Tarbiyah Islamiyah buku 1
- Buku kuimpulan Buletin Wa Islama oleh Yayasan Kajasha (Keluarga Alumni
Jama'ah Shalahuddin UGM Yogyakarta)
- Buletin Al-Mahsyar oleh Al-Mahsyar (Ikatan Alumni Rohani Islam Politeknik
Universitas Diponegoro Semarang)
- Buletin Qolbun Salim oleh Yayasan Dakwah Islam Qolbun Salim Semarang
- Buletin Suara Keadilan oleh DPP Partai Keadilan
- Buletin Dzikra oleh Lembaga Pengkajian Da'wah Dzikra Edisi 002 tahun I
Wassalamu'alaikum Wr Wb

0 komentar:

Posting Komentar