Ketika Setitik Hidayah di Atas Islam Ingin Menyentuhmu
Ditulis pada 29 Desember 2007 oleh Abu Harun | Sunniy Salafy
La Adri At TilmidzKepada engkau yang masih mempertuhankan Isa sebagai juru selamatmu, kepada engkau yang masih sangsi bahwa Islam adalah agamamu, dan kepada engkau yang masih ragu untuk meninggalkan agama nenek moyangmu. Aku persembahkan sebuah tulisan agar engkau menjadi saudaraku, di manapun engkau berada. Kepada engkau yang masih mau menggunakan logika berpikir dan menginginkan ketenangan dalam hidup di surga dan takut akan adzab Tuhannya Isa, padahal sama sekali Ia tidak mengutus Isa melainkan sebagai nabi yang mengajak manusia di jamannya untuk menyembah Allah, Tuhannya.
Bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas segala limpahan yang Ia berikan kepadamu. Ketahuilah behwa Ia yang membolak-balikkan hati manusia yang dengan-Nya memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan orang yag dikehendaki-Nya. Tidak semua insan mereasakan apa yang engkau rasakan, wahai saudaraku. Setidaknya ada hikmah yang telah engkau dapatkan bahwa Allah Subhanahu wata’ala sedang memeprhatikanmu saat ini. Janganlah engkau sia-siakan anugerah ini dan segera tindak lanjuti dengan keimanan yang seutuhnya.
Saudaraku, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah Subhanahu wata’ala, padahal kamu mengetahui. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Ia wahyukan kepada hamba-Nya (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah Subhanahu wata’ala, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud-Nya menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan-Nya, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah Subhanahu wata’ala kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah Subhanahu wata’ala (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. Mengapa kamu kafir kepada Allah Subhanahu wata’ala, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah Subhanahu wata’ala menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? Dia-lah Allah Subhanahu wata’ala, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
TENTANG ISA
Di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Allah Subhanahu wata’ala ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Allah Subhanahu wata’ala timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
Saudaraku, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul-Nya, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah Subhanahu wata’ala, dan kitab yang menerangkan.
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah Subhanahu wata’ala, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan-Nya, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat-Nya itu). “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah Subhanahu wata’ala, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Saudaraku, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus. Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
(Ingatlah), hari di waktu Allah Subhanahu wata’ala mengumpulkan para rasul, lalu Allah Subhanahu wata’ala bertanya (kepada mereka): “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan) mu?”
(Ingatlah), ketika Allah Subhanahu wata’ala mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”
Dan (ingatlah), ketika Allah Subhanahu wata’ala ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman”. Mereka berkata; “kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”. Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama”. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”.
Dan (ingatlah) ketika Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”. aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
TENTANG ISLAM
Musuh-musuh Islam, orang yang skeptis, juga kaum missionaris tidak pernah berhenti mengejek bahwa “Islam disebarkan dengan menggunakan pedang”; tetapi mereka tidak pernah berusaha menjawab pertanyaan kita: “… siapa yang menyuap carlyle!?” Di tahun 1840, ketika Carlyle membela Muhammad dan menyangkal pernyataan tentang pedang, tidak ada seorang pun yang disuap. Seluruh Muslim saat itu berada dalam kemiskinan. Negara-negara Islam berada di bawah kekuasaan bangsa Kristen kecuali untuk beberapa negara kecil seperti
Ini adalah kondisi masa lalu, tetapi bagaimana dengan kondisi saat ini, dalam jaman modern? Ini terlihat pada grafik di bawah ini yang menggambarkan bahwa “Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia” Pertumbuhan agama Kristen dari total seluruh sekte dan agama di dunia ini adalah 138% dan pertumbuhan Islam adalah 235% pada periode yang sama selama setengah abad. Bahkan di Inggris dan Amerika Serikat, Islam merupakan agama yang berkembang paling cepat. Dapat dikatakan bahwa di Inggris “
Jawabannya adalah “tentu saja pedang!” Thomas Carlyle. Itu adalah pedang dari Intelektual! Ini adalah kenyataan dari ramalan.
“Dialah yang mengutus Rasul- Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan, cukuplah Allah Subhanahu Wata’ala sebagai saksi.” (QS. Al-Fath: 28).
Tujuan dari Islam disebutkan di dalam ayat ini. Islam adalah pemimpin, penguasa dan pengganti semua agama dan kepercayaan– Agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama—.
Dalam bahasa Arab, kata Dien (secara harfiah berarti “Cara hidup”) untuk menggantikan semua agama, yaitu Hindu, Buddha, Kristen, Yahudi, Komunis dan isme-isme (paham-paham) lainnya. Inilah tujuan dari ‘Dien Allah Subhanahu wata’ala
Ayat yang sama juga diulang pada Surat Ash-Shaff ayat 9 dengan tambahan dibelakangnya:
“… meskipun orang-orang musyrik benci. “
KEJAYAAN ISLAM
Islam akan menang. Ini adalah janji Allah Subhanahu wata’ala dan janji-Nya selalu benar. Tetapi bagaimana? Dengan pedang? Tidak, bahkan apabila kita mempunyai senjata laser! Bisakah kita menggunakannya? Dalam Al-Qur’ an disebutkan bahwa kita dilarang menggunakan kekerasan dalam mengajak orang lain untuk masuk Islam. Namun ayat-ayat Kitab Suci meramalkan bahwa Islam akan menjadi ajaran yang paling dominan dari semua agama. Kejayaan dari ajaran Islam ini sudah dimulai dan diperoleh dengan mengajarkan ideologi melalui sekolah-sekolah agama di seluruh dunia. Meskipun tidak dengan nama Islam, tetapi atas nama reformasi dan amandemen, Islam tetap bercabang menjadi berbagai aliran. Banyak hal-hal yang bersifat Islami tetapi bentuknya tidak diketahui atau sesuatu yang dulunya dilarang bahkan meskipun hanya diucapkan, kini mulai timbul di berbagai tempat.
“Persaudaraan sesama manusia, Penghilangan sistem kasta dan warna kulit, Emansipasi wanita, Pembukaan tempat beribadah bagi semua orang, Pelarangan minuman keras, Konsep yang benar tentang Tuhan Yang Maha Esa, dan lain-lain, dan lain-lain.”
Hanya satu kata pada point terakhir, sebelum kita melangkah lebih jauh. Tanyakan pada tiap-tiap isme yang ada, baik polytheisme, pantheisme atau trinitas; berapa banyak Tuhan yang dia imani? Dia akan ngeri mengatakan tidak ada yang lain selain Yang Maha Esa! Ini adalah efek dari ajaran monotheisme dalam Islam.
“Keimanan Muhammad adalah bebas dari sifat mendua dan Al-Qur’an adalah bukti yang nyata dari keesaan Tuhan.” {Gibbon dalam bukunya Decline and Fall of The Roman Empire (Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi)}.
Sejarah memberitahukan bahwa ada suatu masa kegelapan dalam sejarah umat manusia ketika Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pertama kali menjalankan missinya. Yang dibutuhkan adalah Rasul-rasul di setiap sudut dunia atau seorang Rasul yang ulung bagi seluruh umat manusia, untuk membawa mereka dari kepalsuan, tahyul, egoisme, polytheisme, kesalahan dan kebrutalan. Hal-hal tersebut harus dihilangkan dari kehidupan manusia. Dan, Allah yang Maha Bijaksana memilih Rasul-Nya dari tanah Arab sebagai utusan sedunia. Firman-Nya dalam Al-Qur’an,
“Dan; tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107).
“Di sini tidak ada perbedaan antar ras atau bangsa, orang-orang terpilih; keturunan Ibrahim atau keturunan Daud; Hindu, Yahudi atau bukan; Arab atau Iran, Turki atau Tajik, Eropa atau Asia, kulit putih atau kulit berwarna, Bangsa Aria atau Semit, Mongol atau Afrika, Amerika, Australia atau Polenesia. Bagi setiap orang dan makhluk yang mempunyai tanggung jawab spiritual, semua prinsipnya adalah sama.” (Abdullah Yusuf Ali)
Ini bukanlah basa basi belaka. Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam melaksanakan apa yang diajarkannya. Di antara sahabat-sahabatnya yang pertama dan orang-orang yang baru masuk Islam, ada yang bukan keturunan Arab seperti Bilal (Abbasia), Salman (Iran) dan Abdullah bin Salaam (Yahudi). Orang yang sinis mungkin akan mengatakan bahwa hal itu hanya kebetulan saja, tetapi apa yang bisa mereka katakan tentang kenyataan sejarah bahwa sebelum Beliau meninggal, Beliau mengirim 5 surat ke 5 negara-negara sekitarnya untuk mengajak mereka menerima Islam sebagai agamanya. Kaisar
Jadi Beliau memberi contoh untuk melengkapi missinya, “Kebesaran tujuan”, mengumpulkan seluruh umat manusia dalam satu kesatuan. Apakah ada contoh lain yang menunjukkan kesatuan di antara agama yang lain? Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam hanya memberikan kebenaran yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala melalui dirinya.
Saudaraku, pelajarilah Islam dan temukan keindahannya
TENTANG IBU ATAU KELUARGA YANG MEMBENCIMU
Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah Subhanahu wata’ala sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim. Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah Subhanahu wata’ala dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah Subhanahu wata’ala tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.
Saudaraku, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah Subhanahu wata’ala dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah Subhanahu wata’ala akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah Subhanahu wata’ala dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Saudaraku, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kami lah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Allah Subhanahu wata’ala berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
Memang betul dan sangat tidak salah dengan apa yang telah engkau ketahui, wahai saudaraku, bahwa Islam sangat menghormati Orang tua terutama ibu. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja “Mother’s Day” sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi. When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest; Her heart and mind were stayed, And God was there when Mother prayed! Our thanks, O God, for mothers Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed. A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home. No man is poor who has had a godly.
Maka, wahai audaraku, tetaplah berkasih sayang dengan ibumu dan berdoalah agar Allah Subhanahu wata’ala juga memberikan hidayah kepadanya sebagaimana Ia memberikan hidayah kepadamu. Dalam kaidah umum ushul aqidah bahwasanya tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa’ala. Maka tiada ada ketaaatan kepada ibu atau keluarga kalau mereka menghalang-halangi dirimu untuk dekat kepada Tuhanmu. Tolaklah argumen mereka dengan cara yang baik menurut kesanggupanmu. Kelak jika engkau menghendaki akan kusampaikan kepadamu berbagai kisah para sahabat nabi dan mualaf yang bersitegang kepada keluarga dan saudaranya dalam mempertahankan islam.
Tetaplah mencoba untuk meraih agama Allah Subhanahu wa’ala hingga engkau mengucapkan dua kalimah syahadat
LAA ILAHA ILLALLAH, MUHAMMADURRASULULLAH
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA DAN MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM ADALAH UTUSAN ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA
Saudaraku, doaku selalu untukmu
Hingga engkau betul-betul menjadi saudaraku seaqidah




0 komentar:
Posting Komentar